Namun, bicara bisnis Loket tak ingin layanannya itu tersedia dengan cuma-cuma. Karenanya, dalam sebuah kesempatan bincang-bincang dengan detikINET, VP Product Consumer Solutions Loket Rama Adrian membeberkan bagaimana Loket memonetisasi layanannya.
Dikatakan Rama ada dua opsi pembuatan event, yakni gratis dan berbayar. Gratis ini biasanya memang ditujukan untuk event-event yang tak berbayar, seperti misalnya workshop.
Nah, kalau event berbayar seperti acara musik atau pertandingan olahraga, pihak Loket akan memotong dari penjualan per tiket.
Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan |
"Dari awal kalau dia berjualan tiket kami langsung potong komisi, dimana komisi tersebut transparan, yakni 3,5% per tiket dan juga Rp 3.000. Biaya Rp 3.000 ini sudah langsung dibayar oleh konsumen beli tiket, tidak dipotong oleh pihak penyelenggara," ujar Rama di Empirica SCBD Jakarta, Selasa (8/5/2018).
Untuk saat ini, lanjut Rama, Loket.com hanya berfokus pada manajemen event bukan event organizer. Malah pihak Loket.com bekerjasama dengan pihak peneyelenggara event.
"Di Indonesia sendiri bisnis seperti ini baru Loket.com. Belum ada kompetitor. Kalau Ibu Dibyo atau Rajakarcis itu justru jadi rekanan kami," pungkasnya. (jsn/rou)
from inet.detik https://ift.tt/2wmZMwn
via IFTTT
Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan
0 Response to "Begini Cara Go-Jek Monetisasi Loket"
Post a Comment