Jor-joran Analisis Media Sosial di Pilpres

Jakarta - Pemilihan presiden (pilpres) 2019 tentu akan menjadi pembicaraan hangat sampai hari pencoblosan tiba. Para netizen di media sosial pun ramai-ramai membicarakan kedua pasangan calon yang bertarung, yaitu Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi.

Tak disangka, perilaku warganet itu tidak dipandang sebelah mata oleh para pasangan calon. Hal ini disampaikan oleh Cloud and Enterprise Business Group Lead Microsoft Indonesia Yos Vincenzo.

Ia mengatakan bahwa para peserta pemilu itu menggunakan teknologi cloud dalam kampanye. Nah, cloud itu berguna untuk melakukan analisis terhadap media sosial.

"Kira-kira, peserta pemilu pakai cloud apa nggak? Ya. Yang paling sering buat analisis. Sumber analisisnya itu dari media sosial. Social media analysis itu gila-gilaan, tapi saya gak bisa bilang itu siapa," ujarnya saat ditemui dalam sebuah kesempatan.

"Dia perlu misalnya kalau lagi kampanye seperti sekarang sampai pemilihan. Setelah pemilhan sih butuh ga butuh," ucapnya menambahkan.

Di sini, fungsi cloud yang disebutnya adalah untuk menyimpan data yang sudah dikumpulkan oleh para pasangan calon, atau mungkin bisa dibilang tim pemenangannya. Data itu bisa dari Facebook, Twitter, dan Instagram.

Lalu, data tersebut dianalisis. Salah satu yang diperhatikan adalah lokasi data tersebut berasal. Nantinya, itu akan berguna untuk melakukan pemetaan terkait dengan tujuan daerah kampanye.

"Nanti kalau menang, mungkin bisa dilanjutin karena buat jawab janjinya, misal untuk mendatangi pendukungnya," ucap Yos.

(mon/krs)

Let's block ads! (Why?)



from inet.detik https://ift.tt/2QdXvw7
via IFTTT

0 Response to "Jor-joran Analisis Media Sosial di Pilpres"

Post a Comment