Hong Kong Tak lagi Jadi Surga Perusahaan Teknologi

Hong Kong Tak lagi Jadi Surga Perusahaan Teknologi - Hallo sahabat Berita Terkini Indonesia, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Hong Kong Tak lagi Jadi Surga Perusahaan Teknologi, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel apa, Artikel bagaimana, Artikel di mana, Artikel IFTTT, Artikel inet.detik, Artikel kenapa, Artikel siapa, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Hong Kong Tak lagi Jadi Surga Perusahaan Teknologi
link : Hong Kong Tak lagi Jadi Surga Perusahaan Teknologi

Baca juga


Hong Kong Tak lagi Jadi Surga Perusahaan Teknologi

Hong Kong -

Para perusahaan teknologi besar, selama bertahun-tahun, senang beroperasi di Hong Kong daripada di China. Bisa ditebak, itu karena China memberlakukan sistem sensor sangat ketat. Kini, Hong Kong pun diperlakukan kurang lebih sama.

Hukum baru soal keamanan nasional yang diberlakukan minggu lalu di Hong Kong, membuat polisi punya kekuasaan besar terhadap perusahaan teknologi. Mereka dapat meminta platform online ataupun operator menghapus atau membatasi konten yang dianggap mengancam keamanan China.

Jika tak melakukannya, perwakilan perusahaan bisa dikenai denda sampai USD 13 ribu dan penjara 6 bulan. Tak heran jika aturan itu mengganggu status Hong Kong sebagai favorit perusahaan teknologi.

Pada masa sebelumnya, Hong Kong yang relatif terbuka, dekat dengan China dan kawasan Asia Pasifik, membuatnya jadi basis perusahaan teknologi meskipun penduduknya hanya sekitar 7 juta jiwa. Banyak perusahaan teknologi mengembangkan bisnisnya di Hong Kong. Mereka buka kantor di sana lalu mungkin ekspansi pabrik ke Shenzhen yang berbatasan dengan Hong Kong. Namun, kini bandul berbalik.

Para raksasa teknologi pun mulai bereaksi. Facebook, Twitter, Google sampai Microsoft telah mendeklarasikan bahwa mereka untuk sementara tidak akan memberikan data user di Hong Kong pada pemerintah. Bahkan TikTok memilih untuk sepenuhnya berhenti beroperasi.

"Tim kami sedang mengevaluasi hukum tersebut untuk melihat implikasinya, khususnya karena sebagian dari aturannya ambigu dan tanpa definisi jelas," kata juru bicara Twitter yang dikutip detikINET dari CNN.

"Para perusahaan teknologi khawatir terhadap dampaknya ke user, staff dan eksekutifnya. Mereka mungkin menunggu apakah pemerintah membuat permintaan, tapi mereka kemudian akan dipaksa memutuskan dan mungkin saja meninggalkan (Hong Kong)," cetus Raman Jit Singh, pengamat dari Access Now.

Simak Video "RUU Keamanan Baru Disahkan, Polisi Tangkap Pedemo di Hong Kong "
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)

Let's block ads! (Why?)



from inet.detik https://ift.tt/2ZhPaes
via IFTTT


Demikianlah Artikel Hong Kong Tak lagi Jadi Surga Perusahaan Teknologi

Sekianlah artikel Hong Kong Tak lagi Jadi Surga Perusahaan Teknologi kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Hong Kong Tak lagi Jadi Surga Perusahaan Teknologi dengan alamat link http://berita-sekarang-indo.blogspot.com/2020/07/hong-kong-tak-lagi-jadi-surga.html

0 Response to "Hong Kong Tak lagi Jadi Surga Perusahaan Teknologi"

Post a Comment